klikdokter.com
Selasa, 29 Juli 2014

Kejang

Defenisi

Sebelum kita memahami definisi mengenai kejang, perlu kita ketahui tentang seizure dan konvulsi. Yang dimaksud dengan seizure adalah cetusan aktivitas listrik abnormal yang terjadi secara mendadak dan bersifat sementara di antara saraf-saraf di otak yang tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, kerja otak menjadi terganggu. Manifestasi dari seizure bisa bermacam-macam, dapat berupa penurunan kesadaran, gerakan tonik (menjadi kaku) atau klonik (kelojotan), konvulsi dan fenomena psikologis lainnya. Kumpulan gejala berulang dari seizure yang terjadi dengan sendirinya tanpa dicetuskan oleh hal apapun disebut sebagai epilepsi (ayan). Sedangkan konvulsi adalah gerakan mendadak dan serentak otot-otot yang tidak bisa dikendalikan, biasanya bersifat menyeluruh. Hal inilah yang lebih sering dikenal orang sebagai kejang. Jadi kejang hanyalah salah satu manifestasi dari seizure.

Klasifikasi

Kejang dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu kejang umum atau kejang sebagian. Kejang sebagian adalah manifestasi dari gangguan sebagian kecil saraf di otak. Sementara kejang umum merupakan manifestasi dari gangguan keseluruhan saraf di otak dan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Pada jenis kejang yang terakhir ini adalah jenis yang membutuhkan bantuan segera. Beberapa gejala umum kejang yang dapat kita waspadai adalah :

  • menangis kuat
  • terjatuh
  • kehilangan kesadaran
  • seluruh badan kaku
  • gerakan-gerakan mendadak yang tidak terkontrol

Gejala-gejala yang dapat timbul setelah kejang adalah, otot-otot menjadi lebih lunak, dan dalam beberapa kejadian seseorang dapat menjadi bingung dan lupa akan kejadian sebelumnya,  mengantuk dan sakit kepala. Waktu durasi kejang bervariasi antara 1 hingga 5 menit, sedangkan kejang demam dapat mencapai 10 menit.

Penyebab

Beberapa etiologi kejang  adalah :

  • Demam tinggi pada anak-anak.

Kejang tipe ini disebut sebagai kejang demam. Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan s/d 4 tahun. Kejang tipe ini tidak berbahaya.

  • Epilepsi,

merupakan gangguan pada otak. Kejang merupakan gejala yang sering pada epilepsi

  • Tersengat listrik
  • Cuaca panas
  • Racun
  • Infeksi
  • Reaksi obat atau overdosis obat
  • Vaksinasi
  • Tidak diketahui

Pencegahan Kejang Demam

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kejang  saat demam tinggi (walaupun bervariasi antar individu). Adalah usaha untuk menurunkan demam secepat mungkin, hal ini dapat dilakukan dengan pemberian obat antipiretik atau dengan menggunakan kompress. Pada kasus-kasus yang ekstrim, panas yang tinggi dapat diturunkan dengan cepat dengan merendam pasien di bak yang penuh dengan Es, tetapi cara ini hanya dapat dilakukan sebentar untuk mencegah hipotermi pada pasien.

Hal-hal yang harus dilakukan jika anak anda menderita demam:

  • Pakaikan pakaian yang tipis, jangan selimuti anak dengan selimut tebal
  • Kompres dengan air biasa (tidak panas dan tidak dingin) pada dahi dan lehernya. Basahi kulit bagian tubuh lainnya dengan spons. Jangan gosok dengan alkohol.
  • Berikan asetaminofen atau parasetamol dengan dosis 10-15 mg/kg berat badan/kali jika diperlukan. Jangan berikan aspirin atau apapun yang mengandung salisilat kepada anak yang berusia di bawah 19 tahun karena dapat menimbulkan komplikasi serius
  • Turunkan demam sampai suhu tubuh lebih rendah dari 38,9 derajat celcius

Yang dapat dilakukan pertama kali saat menemui pasien kejang.

  • Jangan panik, berpikirlah dengan kepala jernih.
  • Lindungi kepala penderita dari trauma
  • Jauhkan benda-benda tajam
  • Longgarkan pakaian penderita pada daerah leher
  • Letakkan penderita pada posisi tidur menyamping sehingga jika terdapat cairan atau benda asing pada mulut penderita dapat keluar dan tidak menyumbat saluran napas
  • Bersihkan mulut dari benda asing atau muntahan (jika ada)
  • Jangan memegangi penderita yang sedang kejang
  • Jangan letakkan sendok atau apapun di mulut untuk mencegah lidah tergigit
  • Jangan berikan makanan atau minuman
  • Jangan berikan obat apapun
  • Jangan siram muka penderita dengan air
  • Perhatikan durasi kejang, dan gejala gejala yang timbul untuk dilaporkan kepada petugas kesehatan


Jika ingin bertanya ke Dokter kami, Silahkan klik disini


 

Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Diare
Demam
Mayoritas Dokter Indonesia Pengguna Internet