klikdokter.com
Rabu, 30 Juli 2014

Sepuluh Cara Meningkatkan Kesuburan

Sekitar 1 dari 7 pasangan mengalami masalah konsepsi atau sulit memiliki keturunan. Beberapa cara di bawah ini dapat membantu memperbaiki kesuburan.

  1. Hubungan intim pada saat yang tepat
  2. Masa subur wanita umumnya terjadi pada hari ke-10 sampai ke-16, dimana hari pertama adalah hari pertama menstruasi terakhir. Sel sperma dapat tetap hidup di dalam organ reproduksi wanita selama 3 hari, kata Bill Ledger, Profesor bidang Obstetri dan Ginekologi Universitas Sheffield. Jadi berhubungan intim setiap 2 hari sekali selama masa subur ini akan cukup untuk merencanakan kehamilan

  1. Waktunya Mencari Bantuan
  2. Kesuburan seorang wanita akan menurun setelah usia 35 tahun. Apabila Anda memiliki usia 30-an awal dan sudah mencoba konsepsi selama 1 tahun tanpa ada hasil, maka berkonsultasilah ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Apabila Anda berusia 35 tahun atau lebih, berkonsultasilah setelah mencoba selama 6 bulan tanpa hasil

  1. Perhatikan Diet Anda
  2. Baik pria maupun wanita harus menhindari memiliki berat badan yang berlebihan (overweight) atau berat badan kurang (underweight). Masalah berat badan dapat mempengaruhi hormonal yang mengatur kesuburan. Makanan kaya akan zink seperti daging merah dan sereal gandum dapat memperbaiki kualitas sperma

  1. Hindari Alkohol
  2. Sebuah penelitian mengemukakan bahwa 5 gelas minuman beralkohol dalam seminggu dapat mempengaruhi kesuburan wanita.

  1. Jauhi rokok
  2. Merokok mengurangi kesuburan pria dan wanita. Kerusakan tersebut reversibel untuk pria karena pria memproduksi sperma baru setiap 70 hari. Bagaimanapun juga berdasarkan British Medical Association, merokok mengurangi kesempatan wanita untuk berkonsepsi sebanyak 40%

  1. Seks itu Menyenangkan
  2. Meskipun masa subur wanita hanya berkisar 6 hari dalam satu siklus menstruasi. Sangatlah penting untuk berhubungan intim pada waktu yang lain, kata Profesor Ledger. Masalah kesuburan dapat mengganggu hubungan suami-istri. Jadi sangatlah penting untuk memikirkan hubungan seksual adalah suatu kegiatan yang menyenangkan dan bukan hanya tindakan biologis untuk memiliki bayi

  1. Be Romantic
  2. Stres berat yang disebabkan karena banyak hal seperti contohnya perceraian dapat mengganggu ovulasi (keluarnya sel telur) selama 3-4 bulan. Namun stres setiap hari yang dapat disebabkan karena pekerjaan atau berbagai hal lain tidak akan mempengaruhi ovulasi. Pengaruhnya terhadap kesuburan adalah stres membuat orang menjadi kesal atau ‘bad mood’ dan tidak mau melakukan hubungan seksual. Atasilah masalah ini dengan merencanakan makan malam yang romantis atau kegiatan yang menyenangkan saat weekend

  1. Lupakan mitos-mitos lama
  2. Lupakan mitos mengenai naikkan bokong setelah intercourse atau setelah berhubuangan intim. Atau tidak boleh bergerak selama 30 menit setelah pria ejakulasi. Sperma secara kimia akan tertarik masuk ke dalam lendir serviks, dalam beberapa detik setelah ejakulasi, mereka sudah aman dalam perjalanan. Apabila memang ada yang keluar, maka kemungkinan tidak mengandung sperma yang viable. Sampai saat ini tidak ditemukan posisi yang menjamin konsepsi akan berhasil, kata Profesor Ledger

  1. Jaga Mereka Tetap Sejuk
  2. Duduk seharian dapat mengganggu kesuburan sperma. Panas dapat menyebabkan kerusakan pada sperma. Testis seharusnya berada pada suhu 1-2 derajat lebih dingin daripada suhu tubuh. Profesor Ledger merekomendasikan untuk beristirahat selama 5-10 menit setiap jamnya dengan cara berjalan untuk mendinginkan daerah penghasil sperma

  1. Perhatikan Kesehatan Seksual
  2. Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti klamidia, gonorea, sifilis, dapat mengganggu kesuburan. Apabila Anda memiliki risiko memiliki PMS maka berkonsultasilah segera dengan dokter Anda



Jika ingin bertanya ke Dokter kami, Silahkan klik disini


 

Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Resveratol, Harapan Baru Antipenuaan
Vitamin D Kurangi Kekambuhan MS
Amankah Operasi Plastik?