Opini Anda

"Masihkah Anda mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter yang tidak komunikatif ataupun memberikan pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan standar prosedur Praktik Kedokteran?"





  Ya   Tidak


Klik disini untuk mengganti kode  
Lihat Hasil
Pilih
Rumah Sakit
Masukkan Data Anda:
Berat Badan :    kg
Tinggi Badan :    cm

Tips Hidup Sehat

Bookmark and Share

« Kembali

Remaja Butuh Pap Smear

Sumber : Kompas - 16 Juni 2008 - PDPI Jatim. 17/06/08.


Sebab, Pelaku Aktivitas Seksual Makin Muda

Perempuan yang sudah menikah sering disarankan menjalani Pap smear secara rutin. Pemeriksaan itu adalah langkah deteksi dini kanker leher rahim. Bagaimana dengan remaja putri.

Menurut Prof dr H Suhatno SpOG(K), remaja putri yang belum melakukan aktivitas seksual membutuhkan pemeriksaan semacam Pap smear. Itu merupakan langkah pencegahan. ''Namun, pengambilan sampel tak mencapai mulut rahim. Hanya di sekitar mulut vagina sehingga tak akan merusak selaput dara,'' ujar spesialis kebidanan dan kandungan Divisi Onkologi Ginekologi SMF Obstetri dan Ginekologi FK Unair/RSU dr Soetomo Surabaya itu. Suhatno menambahkan, saat menempuh pendidikan spesialis, dirinya pernah merawat perempuan berusia 18 tahun dengan kanker leher rahim.

Bagi mereka yang sudah menikah atau remaja yang pernah melakukan hubungan seksual, lebih disarankan menjalani Pap smear. Itu merupakan metode pengambilan cairan di mulut rahim. Hal tersebut dilakukan untuk mendeteksi kanker yang disebabkan human papillomavirus (HPV). ''Pemeriksaan ini seyogianya dilakukan setiap enam bulan hingga setahun sekali,'' ujar Suhatno.

Pemeriksaan itu sangat penting. Sebab, kanker leher rahim tergolong pembunuh pertama di Indonesia. Urutannya, kanker leher rahim (18,41 persen), kanker payudara (11,59), kanker kulit (8,24), kanker nasofaring (6,15), dan kanker indung telur (4,94).

Meski demikian, kata Suhatno, penyebab pasti kanker leher rahim belum diketahui. Banyak teori yang menyebutkan penyakit itu disebabkan beberapa hal. ''Di antaranya, bahan karsinogenik, penyakit kelamin, gizi buruk, serta kebersihan,'' katanya dalam seminar Perfect Health and Perfect Skin Experience for the Modern Woman di Hotel Hyatt kemarin (14/6).

Selain itu, ada golongan wanita yang berisiko lebih tinggi mengalami kanker leher rahim. Yakni, perempuan berusia lebih dari 40 tahun, memiliki banyak anak, menikah di usia muda, suka berganti-ganti pasangan, serta perempuan yang suaminya tidak disunat. ''Keadaan ekonomi sosial yang rendah pun rawan. Mereka diduga kurang menjaga kebersihan,'' kata pria 63 tahun itu.

Ada beberapa gejala kanker rahim. Yakni, masa tanpa gejala (stadium dini). Artinya, pada masa itu, penderita memang tak merasakan keluhan apa pun, meski sebenarnya proses kanker sedang berlangsung.

Selain itu, ada gejala keputihan, perdarahan, timbul rasa nyeri, dan gejala penyakit yang sudah lanjut. Gejala tersebut muncul karena ada penyebaran sel ganas ke berbagai alat tubuh lainnya. Baik penyebaran secara langsung, lewat pembuluh darah, maupun melalui saluran getah bening.

Pencarian Khusus

Periode :
Kata Kunci :
   
 

LOGIN ANGGOTA

Username :
Password :
   
» Lupa Password ?
» Daftar
 

Amankah Berobat Ke Dokter Asing di Indonesia?


Walau dewasa ini marak pemberitaan malpraktik dan pelayanan kesehatan Indonesia tengah diterjang isu pasien tidak mampu versus
Baca Selengkapnya »

Berita Lainnya
Pilih Kategori:
  Masukkan Kata Kunci:
 
   

Link To : DEPKES I KKI I ILUNIFK I FKUI
Copyright © 2008 klik Dokter. All Rights Reserved.