klikdokter.com
Jumat, 22 Agustus 2014


 

Bookmark and Share  
Berbahayakah Bagi Bayiku
Ketahui Zat Aktif Pada Kosmetik Ibu Hamil

Penggunaan kosmetik untuk ibu hamil hendaknya dikontrol secara serius, karena penggunaan bebas kosmetik dan obat-obatan dapat menyebabkan gangguan pada janin. Begitu muncul dua garis pada test pack, segera cek kembali kandungan zat aktif dari masing-masing kosmetik dan obat Anda.

Berikut adalah informasi tentang zat-zat aktif yang dapat membahayakan janin Anda:

  1. Salicylic acid(BHA ataubeta hydroxy acid)
  2. Bahan ini dapat ditemukan dalam produk yang digunakan untuk mengobati jerawat, dan mencegah antipenuaan. Dosis tinggi dari obat ini bisa menyebabkan  pendarahan pada janin, toksisitas atau keracunan pada ginjal, bayi juga bisa lahir dengan kondisi bisu tuli. Penggunaan berlebih pada produk ini sama saja dengan efek dari minum tablet aspirin dua kali sehari.

  1. Retinoids
  2. Bahan ini merupakan bentuk vitamin A yang digunakan untuk mengobati jerawat dan digunakan untuk pengelupasan kulit mati. Untuk obat jerawat biasanya mengandung turunan dari retinoid yaitu isoretinoin atau accutane. Beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin A dosis tinggi bisa menyebabkan cacat pada janin seperti lahir tanpa kepala, cacat sumsum tulang belakang, bibir sumbing, atau ginjal membalon (hydronephrosis).
    Di keterangan bahan aktif, biasanya nama retinoid bisa bermacam-macam seperti:differin (adapelene), retin-A, renova (tretinoin), retinoic acid, retinol, retinyl linoleate, retinyl palmitate, tazorac and avage (Tazarotene).

  1. Parabéns
  2. Ini adalah bahan pengawet yang sangat umum digunakan dalam banyak produk perawatan kulit. Penelitian klinis mulai menunjukkan adanya hubungan bahan ini dengan efek buruk pada sistem reproduksi bayi laki-laki.

  1. Phathalates
  2. Bisa terdaftar sebagai DBP (dibutyl phathalate) dalam produk seperti cat kuku. Lebih sering di sebagian besar produk dalam tidak akan terdaftar. Phathalates dapat ditemukan dalam produk perawatan kulit dengan “aroma” yang tercantum pada label. Hal ini dapat ditemukan dalam jumlah perawatan kulit atau produk kosmetik termasuk cat kuku, deodoran, hair spray atau parfum. Zat ini dapat menyebabkan masalah pada alat reproduksi laki-laki janin.

  1. Kedelai
  2. Zat yang dimaksud di sini bukanlah makanan kedelai, tetapi kedelai yang digunakan sebagai bahan campuran kosmetik. Istilah yang biasa dicantumkan dalam produk adalah Lethicin, Phosphatidylcholine, Soy atau Textured vegetable protein (TVP). Zat ini dapat menyebabkan bercak hitam di wajah selama kehamilan.

  1. Accutane, Hidrokortison
  2. Zat–zat ini adalah bahan pembuat obat jerawat yang sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan janin cacat lahir yang serius, keracunan, dan juga berkemungkinan dapat mengakibatkan kehilangan janin.

  1. 1,4 Dioksana
  2. Bahan ini hadir dalam banyak jenis pembersihan produk yakni produk rambut dan pelembab. Zat ini merupakan bahan sintetis lain berbasis minyak bumi. Telah ditemukan menyebabkan kanker dan berkemungkinan akan berefek buruk pada janin yang sedang berkembang.

  1. Zat-zat dalam produk penghilang bulu
  2. Salah satu kelemahan dari produk penghilang bulu kimia adalah alergi. Alergi bisa menjadi masalah yang menyebalkan di saat hamil. Karena itu berhati-hati saja dengan produk penghilang bulu yang mengandung: Potassium Thioglycolate, Calcium Thioglycolate, Sodium Hydroxide, Sanguisorba Officinalis Root Extract, Hydrolyzed Soy Protein.

  1. Zat aktif pada tabir surya
  2. Titanium dioxide dan zinc dioxide masih termasuk bahan aktif tabir surya yang aman digunakan. Tapi ada beberapa kasus yang memunculkan reaksi alergi dan bercak hitam. Saran terbaik bagi masalah ini adalah hindari paparan matahari langsung di siang hari. Payung atau topi bisa menjadi alternatif.

  1. Zat pengawet dan pewarna pada lipstik
  2. Zat pewarna dan pengawet yang terkandung dalam lipstik jika tidak tertelan tak akan membahayakan janin. Kecuali kalau ibu punya kebiasaan menjilati bibir, mungkin sekali lapisan lipstik yang dioleskan di bibir ikut tertelan. Pengawet dan pewarna kalau dikonsumsi secara langsung memang sangat berbahaya buat ibu dan janin.

Dengan mengetahui zat-zat aktif tersebut, diharapkan agar ibu hamil semakin teliti dan hati-hati dalam memilih obat-obatan dan juga kosmetik. Sebaiknya dahului kepentingan anak, dan cegah kelahiran bayi cacat sedini-dininya.[](JRA)

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia